TAMANSISWA SEBAGAI PELOPOR PENDIDIKAN DI INDONESIA

Tugas yang saya buat ketika menempuh matakuliah Landasan Pendidikan yang diampu oleh Prof. Dr. Edy Purwanto, M.Pd. semester 2 pada saya menempuh studi S2 Pendidikan Geografi.

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pemikiran cerdas Ki Hajar Dewantara untuk mendirikan sekolah Tamansiswa  jauh sebelum Indonesia mengenal arti kemerdekaan. Konsep Tamansiswa dituangkan Ki Hajar Dewantara dalam  solusi  menyikapi  kegelisahan-kegelisahan rakyat terhadap kondisi pendidikan yang terjadi saat itu, sebagaimana digambarkan dalam asas dan dasar yang diterapkan Tamansiswa.

Tamansiswa adalah badan perjuangan kebudayaan dan pembangunan masyarakat yang menggunakan pendidikan dalam arti luas untuk mencapai cita-citanya. Bagi Tamansiswa, pendidikan bukanlah tujuan tetapi media untuk mencapai tujuan perjuangan, yaitu mewujudkan manusia Indonesia yang merdeka lahir dan batinnya. Merdeka lahiriah artinya tidak dijajah secara fisik, ekonomi, politik. Sedangkan merdeka secara batiniah adalah mampu mengendalikan keadaan (Wasis, 2011).

Menurut Ganis (2011), ”Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Ini dibuktikan bahwa indeks pengembangan manusia Indonesia semakin menurun. Kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Indonesia memiliki daya saing yang rendah dan terkenal sebagai negara follower bukan sebagai pemimpin teknologi dari 53 negara di dunia”. Pendidikan memang telah menjadi penopang dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia untuk pembangunan bangsa. Oleh karena itu, kita seharusnya dapat meningkatkan sumber daya manusia negara kita, agar dapat bersaing dengan negara-negara lain yang sudah maju pendidikannya. Rendahnya mutu pendidikan di berbagai jenjang, baik pada jenjang pendidikan formal maupun nonformal. Hal itu yang menyebabkan rendahnya mutu pendidikan yang menghambat penyediaan sumber daya menusia yang mempunyai keahlian dan keterampilan untuk memenuhi pembangunan bangsa di berbagai bidang.

Rendahnya kualitas sumber daya manusi di Indonesia diakibatkan oleh rendahnya mutu pendidikan yang ada sampai saat ini. Perbincangan mengenai rendahnya mutu pendidikan memang belum kunjung selesai, karena banyaknya variabel yang mempengaruhi mutu pendidikan. Evaluasi sistem pendidikan seharusnya dilakukan oleh pemerintah dan pelaku pendidikan secara terus menerus, agar mengetahui titik lemahnya dan segera dapat mencari solusinya. Sehingga pendidikan kita tidak lagi menghasilkan generasi yang bermental korup dan bermoral rendah.

Program pendidikan yang dicita-citakan bangsa kita begitu besar, namun  kesadaran pendidikannya masih sering tercium aroma komersial. Akibatnya, nilai-nilai pendidikan tergeser begitu jauh dari pusarannya. Sistem pendidikan Indonesia saat ini lebih menonjolkan hasil akademik daripada moral siswanya. Disisi lain masalah pendidikan juga  muncul dari kalangan pendidik yang lebih mengejar materi daripada kepentingan anak didiknya.

Kondisi tersebut seharusnya dapat dihindari apabila kita menerapkan pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan, karena pada pendidikan Tamansiswa dilaksanakan berdasarkan ”Sistem Among”, yaitu suatu sistem pendidikan yang berjiwa kekeluargaan dan bersendikan kodrat alam dan kemerdekaan. Dalam sistem ini setiap pendidik harus meluangkan waktu sebanyak 24 jam setiap harinya untuk memberikan pelayanan kepada anak didik sebagaimana orang tua yang memberikan pelayanan kepada anaknya.

Pada dasarnya hasil pemikiran Ki Hajar Dewantara dalam pendidikan pada saat itu masih sangat relevan sampai saat ini. Oleh karena itu, salah satu solusi untuk meningkatkan mutu pendidikan kita adalah dengan cara kembali menerapkan ajaran Ki Hajar Dewantara yaitu Ing Ngarso Sung Tulado, Ing Madya Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani.

Masa depan pendidikan kita harus mampu menciptakan manusia-manusia yang siap dan eksis untuk hidup di tengah-tengah perubahan zaman yang ada. Bukan terpengaruh tetapi mempengaruhi, tetapi kita juga tidak bisa menolak perubahan, karena perubahan adalah sebuah keniscayaan, globalisasi dengan gejala dampaknya mau tidak mau akan kita hadapi. Seharusnya manusia tidak ikut lebur dalam arus yang menerpanya, melainkan mampu mengendalikan arus perubahan, mampu memilah dan sekaligus memilih ke mana kehidupan sebuah masyarakat akan dikendalikan dan diciptakan sesuai dengan tujuan pendidikan dalam hal ini adalah pendidikan islam.

Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut.

  • Bagaimana sistem pendidikan Tamansiswa yang dikembangkan Ki Hajar Dewantara dahulu?
  • Apakah pendidikan Indonesia sekarang sudah menggambarkan pola pikir pendidikan yang dikembangkan Ki Hajar Dewantara dahulu?
  • Bagaimana seharusnya sistem pendidikan yang ideal di Indonesia?
  • Tujuan Penulisan Makalah

Adapun tujuan dari makalah ini adalah untuk mengetahui:

  • Sistem pendidikan Tamansiswa yang dikembangkan Ki Hajar Dewantara.
  • Kondisi pendidikan Indonesia sekarang.
  • Sistem pendidikan yang ideal di Indonesia.

Penasaran mau membaca kajian tersebut lebih lengkap, silahkan anda mengklik disini:

  1. BAB II
  2. BAB III
  3. Daftar Pustaka

 

 

Author: ifana

Nama saya: Yuli Ifana Sari, M.Pd. saya sekarang mengabdikan diri sebagai dosen di Prodi Pendidikan Geografi Universitas Kanjuruhan Malang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *