PENGARUH BUDAYA TERHADAP JUMLAH DAN DISTRIBUSI PENDUDUK DI INDONESIA

BAB 1

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang

Jumlah penduduk dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, hal ini merupakan masalah yang cukup serius, tidak saja bagi negara-negara yang berkembang seperti Indonesia tetapi juga negara-negara lain di dunia ini. Dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi sudah tentu menimbulkan masalah yang rumit bagi pemerintah dalam usaha mengembangkan dan meningkatkan taraf hidup warga negaranya. Pertumbuhan penduduk merupakan keseimbangan yang dinamis antara kekuatan-kekuatan yang menambah dan kekuatan-kekuatan yang mengurangi jumlah penduduk. Secara terus-menerus penduduk akan dipengaruhi oleh jumlah bayi yang lahir (menambah jumlah penduduk), tetapi secara bersamaan pula akan dikurangi oleh jumlah kematian yang terjadi pada semua golongan umur.

Kenyataan menunjukkan kelahiran bayi tiap hari lebih banyak bila dibandingkan dengan banyak kematian. Dengan demikian apabila peristiwa ini terus-menerus berlangsung maka jumlah penduduk didunia akan selalu bertambah. Untuk mengendalikan jumlah penduduk yang besar dengan laju pertumbuhan penduduk yang relatif masih tinggi, pemerintah mencanangkan suatu gerakan Keluarga Berencana Nasional dengan tujuan mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera yang menjadi dasar bagi terwujudnya masyarakat yang sejahtera melalui pengendalian kelahiran dan pengendalian pertumbuhan penduduk Indonesia.

Program KB  diadakan pemerintah untuk membatasi angka kelahiran. Kebanyakan dari masyarakat belum mengetahui pentingnya  program KB.  Mereka  menganggap bahwa anak adalah sumber rezeki, sehingga bagi mereka banyak anak maka akan banyak rezeki pula. Akan tetapi,  pada akhir-akhir ini masyarakat sudah mulai mengenal program tersebut. Hal ini karena dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial budaya karena penduduk, masyarakat dan kebuayaan sangat erat kaitannya dengan kehidupan  dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain karena dapat saling mempengaruhi.

Terjadinya penurunan angka kelahiran selama ini tidak hanya disebabkan oleh faktor  pelaksanaan program KB, akan tetapi, dengan disebabkan oleh faktor- faktor lain, misalnya faktor sosial, faktor ekonomi dan faktor budaya. Secara teoritis motivasi untuk fertilitas yang lebih rendah diperoleh dari presepsi orang tua yang timbul karena beberapa perubahan kualitas hidup, misalnya pendidikan, penghasilan, migrasi, kesuburan, agama dan program KB. Iskandar dalam (Saleh, 2005: 6)

Pola budaya masyarakat pun dapat merubah perilaku fertilitas, seperti di Eropa pada tahun 1950-an umumnya para wanita bekerja penuh di rumah sebagai ibu rumah tangga. Namun setelah tahun 1990-an kaum wanita lebih banyak bekerja di luar rumah, akibat perubahan pola tersebut, sikap wanita terhadap perkawinan, keluarga dan tentang  jumlah anak pun berubah, termasuk penundaan usia kawin. Kottak dalam (Saleh, 2005: 6)

Perubahan pola budaya  masyarakat pun dapat merubah perilaku fertilitas (reproduksi), hal ini dipengaruhi oleh agama yang dianut, misalnya di Thailand umat Budha sangat mendukung penggunaan alat kontrasepsi dibanding umat Muslim, sehingga umat Budha lebih bersifat kondusif dibanding umat Muslim terhadap praktik  kontrasepsi dan pembatasan jumlah keluarga. Adanya perbedaan pandangan antara masing- masing kelompok budaya terhadap pelaksanaan program KB baik dari faktor sosial, ekonomi, budaya, efektivitas pelaksanaan program KB, fertilitas, pekerjaan dan produktivitas  ibu. Maka akibatnya hasil yang dicapai dalam usaha menurunkan angka kelahiran/fertilitas untuk masing- masing wilayahpun berbeda.

  • Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut.

  1. Bagaimanakah kondisi pertumbuhan penduduk di Indonesia pada 10 tahun terakhir?
  2. Bagaimanakah usaha pemerintah untuk menanggulangi pertumbuhan penduduk?
  3. Bagaimanakah pengaruh budaya terhadap jumlah populasi dan distribusi penduduk?
  • Tujuan Penulisan Makalah

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penulisan dalam makalah ini adalah untuk mengetahui hal- hal sebagai berikut.

  1. Kondisi pertumbuhan penduduk di Indonesia pada 10 tahun terakhir.
  2. Usaha pemerintah untuk menanggulangi pertumbuhan penduduk.
  3. Pengaruh budaya terhadap jumlah populasi dan distribusi penduduk.

Penasaran mau membaca kajian tersebut lebih lengkap, silahkan anda mengklik dibawah ini:

  1. BAB II
  2. BAB III
  3. DAFTAR RUJUKAN

Author: ifana

Nama saya: Yuli Ifana Sari, M.Pd. saya sekarang mengabdikan diri sebagai dosen di Prodi Pendidikan Geografi Universitas Kanjuruhan Malang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *